JikaAnda seperti kebanyakan orang, Anda mungkin tinggal di apartemen atau kondominium karena itulah yang tersedia untuk Anda. Tetapi ada beberapa perbedaan utama antara jenis perumahan ini dan apa yang perlu Anda ketahui jika Anda berpikir untuk membelinya. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan dasar-dasar hidup di apartemen vs. kondominium Sesuaidgn PP-29 Thn 1996 jo PP-5 Thn 2002 bahwa objek penyewaaan Pph Pasl 4 ayat (2) pada pasal 1 yaitu : Atas penghasilan yang diterima atau diperoleh orang pribadi atau badan dari persewaan tanah dan/atau bangunan berupa tanah, rumah, rumah susun, apartemen, kondominium, gedung perkantoran, rumah kantor, toko, rumah toko, gudang dan industri Selainitu, di apartemen juga dikenakan biaya utilitas, antara lain biaya listrik, TV kabel, internet dan air. Sebagai informasi, biaya listrik di apartemen bisa lebih mahal 20%-30% dibanding tarif listrik di rumah tapak atau perumahan biasa. Pasalnya, apartemen biasanya memakai pasokan listrik tegangan menengah yang memiliki tarif lebih mahal. JAKARTA Hempcrete merupakan material konstruksi yang terbuat dari campuran bahan alami yakni kapur dan rami. Komponen kapur yang digunakan adalah kapur udara yang diformulasikan untuk mempercepat proses pengerasan. Sementara itu, rami adalah tanaman yang paling sering digunakan di sana untuk menghasilkan minyak dan benih. Bisnis JAKARTA - Industri properti, termasuk di dalamnya aktivitas konstruksi, merupakan kontributor besar bagi pemanasan global. Oleh sebab itu, para pemangku kepentingan properti seantero dunia menyuarakan dengan lantang pembangunan properti yang tidak menambah emisi karbon atau menerapkan konsep ramah lingkungan, berkelanjutan, yang kerap kali disebut sebagai green building atau properti Ya kondominium umumnya menghargai nilai. Namun, jika Anda mencoba memutuskan antara kondominium atau rumah, ingatlah bahwa rumah keluarga tunggal biasanya akan tumbuh nilainya lebih cepat daripada kondominium. Misalnya: Dari 2017 hingga 2018, harga rata-rata untuk kondominium tumbuh sebesar 3% sementara rumah keluarga tunggal tumbuh lebih dari 5%. Berbedadari rumah yang harga tanahnya cenderung terus naik, sementara nilai bangunan susut dari waktu ke waktu, nilai 'naik' yang Anda dapat harapkan melalui apartemen hanya melalui bangunannya. Karena itu, lokasi apartemen, kualitas konstruksi apartemen, dan jenis fasilitas yang tersedia, menjadi kunci penting untuk melihat apakah investasi di apartemen tersebut dapat menjadi baik. Kamitinggal di sini pada bulan Juli 2019 dan itu benar-benar mengecewakan. Konstruksi di dekat sebuah hotel tak tertahankan, 20 meter dari kondominium kami, pekerjaan di situs berjalan dengan kecepatan tinggi. Membenturkan dan membenturkan terus-menerus di luar pintu kami selama 7 hari sungguh menyebalkan. wGLFA. Mungkin kita tidak merasa asing dengan istilah apartemen dan kondominium. Keduanya merupakan properti yang banyak diminati. Namun sampai saat ini, ternyata masih banyak orang yang tidak bisa membedakan apartemen dan kondominium. Memang secara fisik, apartemen dan kondominium terlihat sama. Tetapi sebenarnya keduanya merupakan hal yang berbeda. Lalu, Apa beda kondominium dan apartemen? Berikut ulasannya. Apa Beda Kondominium dan Apartemen? Perbedaan Istilah Apartemen merupakan tempat tinggal yang memiliki model berupa rumah susun. Apartemen juga dipahami sebagai apartemen hunian vertikal yang disewakan pemiliknya kepada orang lain. Satu gedung apartemen dapat dibagi atas puluhan hingga ratusan unit dengan berbagai tipe. Biasanya, apartemen dijadikan hunian sementara bagi para penghuni yang menyewanya. Sedangkan Kondominium berasal dari bahasa Italia yang merupakan gabungan dari kata con’ yang artinya adalah bersama-sama dan kata dominium’ yang mengandung arti kepemilikan. Jika dilihat dari makna satu kalimat utuh, maka yang dimaksud dengan kondominium adalah suatu bentuk hak guna beberapa bagian dari suatu bangunan. Kondominium juga dipahami lebih mengacu pada kepemilikan, bukan jenis hunian. Ada juga yang memahami kondominium sebagai bentuk lain hak guna perumahan. Maka dari itu, jika dipahami dari istilah apartemen dan kondominium, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Apartemen mengacu kepada bangunan atau hunian yang disewakan. Sedangkan kondominium lebih dipahami sebagai hak bangunan, yang biasanya dikaitkan dengan unit apartemen yang dimiliki secara personal. Sederhananya, jika seseorang penghuni membeli suatu hunian misalnya berupa hunian vertikal, maka hunian tersebut bisa dikatakan sebagai kondominium. Sang pemilik berhak untuk memakai, menyewa, dan menjual kepada orang lain. Hal ini berbeda dengan apartemen yang dihuni oleh penyewa. Penyewa punya hak untuk tinggal, tetapi tidak berhak menyewakan, apalagi menjualnya kepada orang lain. Itulah perbedaan mendasar antara apartemen dan kondominium. Status Kepemilikan Seperti dalam ulasan sebelumnya, apartemen merupakan bangunan jenis vertikal yang statusnya untuk disewakan. Sehingga para penghuni tidak berhak untuk menjual atau bahkan menyewakannya ke orang lain. Sedangkan kondominium merupakan hunian vertikal yang kepemilikannya penuh, sehingga pemiliknya dapat memakai, menyewa, dan menjualnya ke orang lain. Namun, saat ini perbedaan status kepemilikan keduanya semakin rancu dikarenakan sudah banyak apartemen yang tidak hanya disewakan saja, tetapi juga bisa dimiliki. Apalagi saat ini terdapat istilah apartemen sewa dan apartemen servis. Hal ini semakin membuat apartemen dan kondominium terlihat memiliki kesamaan. Bentuk Bangunan Walaupun apartemen dan kondominium sama-sama dipahami sebagai bangunan berbentuk vertikal, namun keduanya memiliki perbedaan. Untuk apartemen pada umumnya berbentuk bangunan yang tower-towernya berjajar. Sedangkan kondominium biasanya hanya berjumlah dua sampai tiga tower saja. Baca juga 7 Apartemen Penthouse Jakarta Eksklusif dengan View Memukau Perawatan dan Pemeliharaan Apartemen dan kondominium ternyata juga memiliki perbedaan dalam hal perawatan dan pemeliharaan. Untuk apartemen, biasanya memiliki staf tersendiri yang melakukan perawatan dan pemeliharaan. Hal ini mengingat apartemen menyediakan berbagai fasilitas bagi para penghuninya. Biasanya, apartemen memiliki staf yang siaga selama 24 jam, sehingga jika ada kerusakan bisa segera teratasi. Hal ini berbeda dengan kondominium yang dimiliki secara perorangan. Jika terdapat kerusakan, maka pemilik lah yang mengatasi kerusakan tersebut. Akan tetapi, tak jarang juga perawatan kondominium dikelola oleh pengembang atau pemilik tanah. Hal ini dikembalikan kepada kebijakan dan kesepakatan pemilik kondominium dalam mengelola hunian miliknya. Manajemen Selain dari sisi pemeliharaan, apa beda kondominium dan apartemen juga dapat dilihat dalam hal manajemen pengelolaan. Apartemen biasanya dikelola oleh perusahaan atau pengembang profesional. Apartemen juga dilengkapi dengan staf yang tentunya direkrut secara resmi, sehingga dari sisi manajemen, umumnya apartemen lebih rapi. Untuk kondominium, biasanya dikelola oleh individu yang menjadi pemilik kondominium. Jika pemilik mengelola secara pribadi, maka segala kebutuhan maupun manajemen dilakukan oleh pemilik. Namun, jika pemilik kondominium memutuskan untuk memanajemen hunian miliknya secara profesional, tentunya pengelolaan manajemennya bisa teratur seperti apartemen. Baca juga 9 Low Rise Apartment Homey nan Mewah di Jakarta dan Sekitarnya Keuntungan dan Kekurangan Kondominium Keuntungan Kondominium biasanya memiliki lokasi yang strategis. Banyak kondominium yang berlokasi dekat jalan utama, pusat hiburan dan pusat perbelanjaan. Untuk keamanan dan pemeliharaan, biasanya pengembang atau pemilik tanah memberikan jasa maintenance. Jika dilihat dari sisi investasi, jenis kepemilikan kondominium pun lebih menguntungkan dari sistem sharing property co-opt dan sewa bangunan, karena pemilik dapat menjualnya kapan pun dengan harga penjualan penuh. Pemilik juga bisa menyewakannya atau menggunakan kondominium secara pribadi. Kekurangan Jika anda memiliki kondominium, biasanya terdapat beberapa biaya perawatan yang tidak sedikit. Hal ini tentunya dialokasikan untuk pemeliharaan berbagai operasional perawatan gedung, sehingga anda sebagai investor tidak perlu pusing memikirkannya. Baca juga 40 Daftar Apartemen Mewah di Jakarta dengan Fasilitas Super Komplit Apartemen Keuntungan Keuntungan tinggal di apartemen sebagai penyewa adalah biasanya biaya sewanya terjangkau, dan dikelola secara profesional. Apartemen juga menyediakan berbagai fasilitas untuk para penghuninya. Selain itu, lokasi apartemen biasanya strategis, karena terletak di pusat ibu kota. Kalau anda berencana untuk investasi apartemen, hal tersebut tentunya akan berpotensi sangat menguntungkan. Sampai saat ini, apartemen merupakan hunian yang cukup banyak diminati. Sehingga bisa menjadi pemasukan pasif untuk anda. Kekurangan Jika anda berencana menyewa apartemen, biasanya hunian ini memiliki berbagai peraturan yang cukup ketat. Hal ini tentunya untuk menjaga keamanan para penghuni. Inilah hal yang harus dipahami oleh anda sebagai penyewa apartemen. Itulah sedikit ulasan mengenai apa beda kondominum dan apartemen. Semoga informasi di atas bisa memberikan sedikit gambaran untuk anda sebelum memutuskan untuk memilih antara keduanya. Jika anda sedang mencari apartemen dan ingin berkonsultasi terkait hunian yang anda cari, anda bisa menghubungi pihak Jendela360. Di Jendela360, anda akan dibantu mulai dari mencari apartemen yang sesuai serta hal-hal teknis lainnya. Kondominium dan apartemen merupakan jenis dari konstruksi yang sering digunakan untuk tempat tinggal. Kedua jenis konstruksi ini memiliki perbedaan dan kelebihan masing-masing. Pemilihan antara kondominium atau apartemen tergantung pada kebutuhan dan preferensi seseorang. Apartemen Apartemen adalah bangunan tinggi dengan unit-unit kecil yang di dalamnya dilengkapi dengan dapur, kamar mandi, dan kamar tidur. Apartemen biasanya disewakan dan memiliki fasilitas umum seperti kolam renang, gym, dan taman. Apartemen lebih cocok bagi mereka yang ingin tinggal di lingkungan yang ramai dan memiliki akses mudah ke fasilitas umum. Apartemen juga memiliki keuntungan dalam hal keamanan, karena biasanya dilengkapi dengan sistem keamanan 24 jam dan petugas keamanan. Namun, apartemen juga memiliki kekurangan. Satu-satunya ruang terbuka di apartemen adalah balkon atau teras, sehingga kurang cocok bagi mereka yang membutuhkan ruang terbuka seperti taman atau halaman rumah. Kondominium Kondominium adalah bangunan yang terdiri dari beberapa unit hunian yang dimiliki secara individual oleh pemiliknya. Setiap pemilik kondominium memiliki hak atas unit huniannya dan juga memiliki hak akses ke fasilitas umum seperti kolam renang, gym, dan taman. Kondominium lebih cocok bagi mereka yang ingin tinggal di lingkungan yang eksklusif dan memiliki kebebasan untuk mengatur ruang hunian sesuai dengan keinginan. Kondominium juga cocok bagi mereka yang membutuhkan ruang terbuka seperti halaman atau taman, karena biasanya dilengkapi dengan area terbuka yang lebih luas. Namun, kondominium juga memiliki kekurangan. Biaya yang dikeluarkan untuk membeli kondominium lebih tinggi dibandingkan dengan apartemen. Selain itu, pemilik kondominium juga harus membayar biaya untuk pemeliharaan dan perbaikan fasilitas umum. Perbedaan antara Kondominium dan Apartemen Perbedaan utama antara kondominium dan apartemen adalah kepemilikan. Kondominium dimiliki secara individual oleh pemiliknya, sedangkan apartemen disewakan oleh pemiliknya kepada penyewa. Di kondominium, pemilik memiliki kebebasan untuk mengatur dan mendesain ruang hunian sesuai dengan keinginan, sedangkan di apartemen, penyewa tidak memiliki kebebasan seperti itu. Biaya yang dikeluarkan untuk membeli kondominium lebih tinggi dibandingkan dengan biaya sewa apartemen. Namun, pemilik kondominium memiliki keuntungan dalam hal kepemilikan dan pengaturan ruang hunian. Kelebihan dan Kekurangan Kondominium Kelebihan kondominium adalah pemilik memiliki hak atas unit huniannya dan kebebasan untuk mengatur ruang hunian sesuai dengan keinginan. Kondominium juga dilengkapi dengan fasilitas umum yang bisa digunakan oleh semua pemilik dan biasanya memiliki taman dan halaman yang luas. Kelemahan kondominium adalah biaya yang dikeluarkan untuk membeli kondominium lebih tinggi dibandingkan dengan biaya sewa apartemen. Selain itu, pemilik kondominium juga harus membayar biaya untuk pemeliharaan dan perbaikan fasilitas umum. Kelebihan dan Kekurangan Apartemen Kelebihan apartemen adalah penyewa tidak perlu membayar biaya perbaikan atau pemeliharaan fasilitas umum. Selain itu, apartemen juga memiliki fasilitas umum seperti kolam renang dan gym yang bisa digunakan oleh penyewa. Kelemahan apartemen adalah penyewa tidak memiliki kebebasan untuk mengatur dan mendesain ruang hunian sesuai dengan keinginan. Selain itu, apartemen juga tidak memiliki ruang terbuka yang luas seperti halaman atau taman. Kesimpulan Kondominium dan apartemen merupakan jenis konstruksi yang sering digunakan untuk tempat tinggal. Kedua jenis konstruksi ini memiliki perbedaan dan kelebihan masing-masing. Pemilihan antara kondominium atau apartemen tergantung pada kebutuhan dan preferensi seseorang. Bagi mereka yang ingin tinggal di lingkungan yang ramai dan memiliki akses mudah ke fasilitas umum, apartemen adalah pilihan yang tepat. Namun, bagi mereka yang ingin tinggal di lingkungan yang eksklusif dan memiliki kebebasan untuk mengatur ruang hunian sesuai dengan keinginan, kondominium adalah pilihan yang tepat.