Adakriteria tentang jenis pohon yang akan dijadikan sebagai pohon peneduh yaitu : 1. Menghasilkan oksigen yang memadai 2. Pohon rindang sehingga m embuat teduh/ sejuk 4. Pohon menghasilkan buah sehingga m engundang burung 5. Pohon menghasilkan bunga sehingga m embuat keindahan 6. Dapatkanlebih dari 1947 penawaran - Dijual tanah pinggir jalan zona kuning bonus pohon jati dengan harga mulai dari Rp 45.110.111 - bismillahirrahmanirrahim kavling jati indah transyogi kavling pinggir jalan provinsi surat shm menawarkan tanah kavling dengan bonus pohon jati emas sudah tanam 10th lokasi bagus di tanjungsari bogor - Halaman 4 - Waa2 ApakahAnda mencari Pohon Bunga Pinggir Jalan file templat? Pikbest telah menemukan 5010 templat gambar desain untuk keperluan komersial pribadi. Lebih banyak Pohon Bunga Pinggir Jalan File Poster,Flyer,Kartu dan Brosur Unduh gratis untuk merancang,Silakan kunjungi PIKBEST.COM Begini24+ Tanaman Bunga Pinggir Jalan yang Wajib Disimak! Selain itu, pohon ini juga memiliki bunga berwarna kehijauan dan buah kecil berukuran sekitar 1,5 cm. Tanaman asam jawa memang sangat baik pertumbuhannya didaerah yang memiliki iklim tropis, tanaman ini di perkirakan. Ide34+ Pohon Bunga Warna Kuning by wisata Maret 21, 2021 0 Comments Poin pembahasan Ide 34+ Pohon Bunga Warna Kuning adalah : Pohon bunga kuning, Pohon bunga kuning pinggir jalan, Bunga MELAPODIUM kuning, Bunga kuning kecil, Pohon Tabebuya kuning, Bunga kuning liar, Bunga kuning panjang, Tanaman hias warna kuning, Bonsai tabebuya, Bung IbWK. Menanam pohon di pinggir jalan dapat mengurangi polusi udara. Pasalnya, tumbuhan akan menghirup karbon dioksida CO2 dan mengeluarkan oksigen O2 di siang hari. Selain itu, daun-daun pohon yang rimbun dapat membuat kita merasa teduh ketika berada di bawahnya. Panas terik sinar matahari akan terhalang oleh dedaunan yang rimbun itu. Bila Anda berencana menanam pohon yang rindang untuk menjadi peneduh, Bacaterus akan merekomendasikan 10 jenis pohon peneduh yang rindang dan dijamin bisa membuat adem suasana di sekitarnya. Yuk, lakukan penghijauan sederhana dengan menanam salah satu jenis pohon ini! Kira-kira, adakah pohon peneduh yang cepat tumbuh? Temukan jawabannya di sini, ya. 1. Trembesi Ki Hujan * sumber Jenis pohon peneduh yang mulai banyak ditanam di pinggir jalan protokol di kota besar adalah pohon trembesi. Pohon ini memiliki bentuk seperti payung raksasa dengan akar, batang, dan dahan yang tampak berukuran besar. Pohon yang usianya bisa mencapai ratusan tahun ini merupakan pohon peneduh yang sempurna. Satu pohon trembesi dapat menyerap karbon dioksida sebanyak 28,5 ton setiap tahunnya. Tentu saja jumlah ini benar-benar menakjubkan mengingat pohon lain hanya mampu menyerap karbon dioksida sebanyak 20 ton seumur hidupnya. 2. Pucuk Merah * sumber Pucuk merah merupakan jenis pohon peneduh yang sangat cantik. Daun-daunnya berwarna hijau tapi tampak sedikit warna merah di bagian pucuknya. Semakin tua daunnya, maka warnanya akan berubah menjadi hijau. Ketika daunnya diremas, maka akan keluar aroma yang sangat khas. Pohon ini cocok ditanam sebagai pohon peneduh karena daunnya sangat banyak dan terlihat rimbun. Ukurannya yang tidak terlalu besar memungkinkan Anda untuk turut menanam pohon ini di depan rumah dengan halaman yang luas. Bahkan, Anda bisa menanam pohon pucuk merah ini tidak hanya sebagai tanaman peneduh saja, tapi juga untuk menghias pekarangan rumah Anda. 3. Tanjung * sumber Di siang hari yang terik paling enak memang berlindung di bawah pohon tanjung. Pohon yang sudah banyak ditanam di pinggir jalan perkotaan ini merupakan pohon yang sangat favorit untuk dijadikan peneduh. Bagaimana tidak, pohon ini memiliki ukuran yang besar dengan dahan membentang ke atas seperti payung. Tanjung adalah pilihan pohon yang tepat untuk ditanam di mana saja. Daun pohon ini tidak mudah rontok sehingga Anda tidak perlu khawatir daun-daunnya akan mengotori jalan. Di samping itu, pohon tanjung juga memiliki batang dan ranting yang tidak mudah patah sehingga lebih aman ketika ada hujan lebat disertai angin kencang. 4. Kiara Payung * sumber Sesuai dengan namanya, pohon kiara payung nampak berbentuk seperti payung. Hanya saja pohon ini tidak selebar trembesi. Daun-daun pohon ini juga tampak lebih besar dan lebar dibanding trembesi. Meskipun tidak lebar, dedaunannya yang tumbuh dengan rimbun membuat kiara payung cocok menjadi salah satu jenis pohon peneduh. Kiara payung adalah pohon yang dapat menyerap karbon dioksida dengan sangat baik. Alhasil, ketika berada di bawah pohon ini kita akan merasa sangat teduh karena jumlah oksigen yang dikeluarkan pohon ini juga terbilang voucher streaming Netflix, Disney+, Prime Video, Viu, dll murah di Lazada Jenis pohon ini sudah banyak ditanam di jalan-jalan atau taman kota. Ukurannya yang tidak terlalu besar dan tingginya yang maksimal mencapai 11 meter saja membuat pohon ini memungkinkan untuk ditanam di pekarangan rumah Anda. 5. Mahoni Pohon mahoni adalah pohon yang sangat bermanfaat. Bagaimana tidak, kayunya sering dijadikan sebagai bahan baku pembuatan mebel. Selain itu, pohonnya juga bermanfaat sebagai peneduh karena dedaunannya tumbuh dengan sangat rindang. Mahoni dapat tumbuh dengan sangat tinggi. Apabila Anda menanam beberapa pohon mahoni secara berdekatan, maka daunnya yang rindang akan menghalangi sinar matahari yang panas terik. Yang menarik, mahoni mampu hidup hingga puluhan bahkan ratusan tahun. Jenis pohon ini sangat kuat karena tidak mudah terserang hama dan penyakit. 6. Bambu Pernahkah Anda berkunjung atau sekedar melihat gambar hutan bambu? Hutan bambu menawarkan suasana yang sangat teduh karena daun-daun pohon bambunya menutupi sinar matahari yang panas terik. Rindangnya dedaunan pohon bambu ini membuktikan bahwa bambu bisa menjadi pohon peneduh yang efektif. Tanamlah beberapa pohon bambu sekaligus untuk menciptakan suasana yang teduh. Tak hanya menjadi peneduh saja, bambu juga merupakan tanaman hias yang dapat meningkatkan nilai estetika. Keunggulan lain dari pohon bambu adalah tanaman ini dapat tumbuh dengan mudah meskipun tidak mendapat asupan air setiap hari. Bahkan, pohon bambu dapat melahirkan “anak-anak” pohon baru di sekitarnya. 7. Beringin * sumber Keteduhan yang ditawarkan pohon beringin memang tidak perlu diragukan lagi. Pohon ini memiliki batang yang diameternya bisa mencapai 2 meter. Selain itu, daun-daun pohon ini nampak rapat dan tumbuh dengan sangat rimbun. Meskipun banyak mitos yang mengatakan bahwa beringin adalah tempat tinggal bagi makhluk astral, tapi toh pohon ini sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Selain bisa menjadi tempat berteduh, beringin juga menghasilkan oksigen dan membantu mengurangi polusi udara. 8. Asam Jawa * sumber Asam jawa tergolong jenis pohon peneduh yang bisa tumbuh di mana saja, lho. Pohon asam jawa bisa tumbuh dengan subur tanpa perawatan yang ribet. Menariknya, pohon ini menghasilkan buah asam jawa yang bisa dimanfaatkan untuk memasak atau membuat obat tradisional. Terlepas dari pohonnya yang bermanfaat, asam jawa memiliki daun yang sangat banyak. Selain itu, dahan-dahan pohon ini nampak membentang lebar sehingga dapat menghasilkan tempat teduh yang lebih besar. Pohon asam jawa memiliki peran penting untuk penghijauan kawasan tandus dan menahan angin kencang. 9. Angsana * sumber Sama seperti mahoni, angsana merupakan jenis pohon peneduh yang kayunya bernilai tinggi. Angsana adalah pohon yang biasa ditanam di pinggir jalan-jalan perkotaan. Tak hanya mampu menghijaukan lingkungan, angsana adalah pohon yang akan menghiasi lingkungan karena bunga-bunganya yang berwarna kuning akan terlihat cantik ketika bermekaran. Dengan tinggi yang bisa mencapai 40 meter, angsana menawarkan keteduhan bagi siapa pun yang berada di bawahnya. Namun, mengingat ukurannya bisa menjadi sangat besar maka angsana kurang cocok ditanam di pekarangan rumah yang tidak terlalu besar. 10. Kersen * sumber Pohon kersen sebenarnya adalah tanaman liar yang bisa tumbuh tanpa memerlukan perawatan apapun. Bahkan, Anda tidak perlu menyiram pohon ini setiap hari. Kersen menghasilkan buah-buah seukuran kelereng yang rasanya manis jika sudah memerah. Buah kersen ini aman untuk dikonsumsi. Kersen merupakan pohon peneduh yang cocok untuk ditanam di pinggir jalan atau pekarangan rumah. Mengingat perawatannya memang sangat mudah, pohon kersen sangat ideal bagi Anda yang tidak memiliki banyak waktu untuk mengurus tanaman tapi ingin memiliki pohon peneduh di rumah. Inilah 10 jenis pohon peneduh yang paling banyak dijumpai di Indonesia. Pohon-pohon ini menawarkan keteduhan dan mampu menghijaukan lingkungan sekitar. Bila Anda memiliki rekomendasi jenis pohon lainnya, silakan tulis rekomendasi Anda di kolom komentar. Cuaca yang panas sering kali membuat kita enggan beraktivitas di luar rumah. Bahkan, untuk sekadar berkendara di jalan raya kita kerap menghindari waktu di mana terik matahari sedang bekerja secara maksimal. Maka dari itu, kita memerlukan pohon peneduh jalan raya. Selain berfungsi sebagai peneduh, pohon peneduh jalan juga berperan sebagai penyerap karbondioksida dan polutan. Alhasil, kita menghirup udara yang segar dan terbebas dari berbagai zat berbahaya. Manfaat pohon peneduh salah satunya memberikan keteduhan bagi pejalan kaki. Pohon Peneduh adalah jenis tanaman berbentuk pohon dengan percabangan yang tingginya lebih dari 2 meter dan dapat memberikan keteduhan serta menahan silau cahaya matahari bagi pejalan kaki. Fungsi Pohon Peneduh Jalan Salah satu fungsi ekologis pohon peneduh jalan raya yaitu menyerap gas/partikel beracun. Menurut Dahlan 2004 dalam Prosiding Seminar Nasional Universitas Jendral Soedirman tahun 2012, tanaman peneduh jalan memiliki beberapa fungsi anatara lain Sebagai paru-paru kota karena tumbuhan tersebut menghasilkan gas oksiden yang dibutuhkan oleh semua makhluk hidup,Penyerap gas/partikel beracun untuk mengurangi pencemaran udara,Peredam kebisingan dan,Habitat burung. Kriteria Pohon Peneduh Jalan Raya Cabang dan ranting yang mudah patah akan membahayakan pengendara ataupun pejalan kaki. Dalam menentukan jenis pohon peneduh jalan yang baik untuk ditanam, terdapat beberapa kriteria yang harus dipenuhi seperti Memiliki kayu yang kuat,Daunnya rimbun dan rapat serta tidak mudah gugur,Cabang dan ranting tidak mudah patah,Batang tegak lurus dengan daerah bebas cabang di atas 3 meter,Sistem perakaran yang kuat dan dalam serta tidak melebar hingga merusak jalan /saluran air. Apa Nama Pohon yang Ditanam di Pinggir Jalan? Bukan hanya berfungsi untuk memperindah wilayah, nyatanya pohon peneduh jalan raya juga memberikan dampak baik bagi lingkungan dan pastinya bagi semua makhluk hidup di sekitarnya. Lantas, Jenis pohon apa yang efektif jika digunakan untuk meneduhkan jalan? Infografis 10 pohon peneduh jalan raya yang perlu kamu ketahui. Oleh Muhamad Iqbal/LindungiHutan. 1. Pohon Trembesi Pohon peneduh satu ini biasa di tanam di taman-taman kota atau Ruang Terbuka Hijau RTH. Pohon trembesi atau biasa disebut pohon Hujan atau Ki Hujan sebaiknya tidak ditanam di halaman rumah atau pekarangan. Sebab jaringan akarnya yang luas dapat merusak bangunan atau jalanan. Maka dari itu, paling cocok ditanam di halaman dan taman yang luas. Nama latin dari pohon trembesi adalah Samanea Saman Rain Tree. Pohon ini berasal dari Amerika Selatan dan secara natural bisa hidup di cuaca tropis. Trembesi dapat tumbuh hingga 25 meter dengan diameter mencapai 30 meter. Pohon ini memang diperuntukkan untuk ruang publik yang luas misalkan taman, halaman sekolah, ataupun pekarangan rumah dengan areal yang luas. Ciri-ciri pohon trembesi yaitu bentuk batangnya yang tidak beraturan, kadang bengkok, kadang menggelembung besar. Daunnya majemuk, memiliki panjang tangkai sekitar 7-15 cm. Sedangkan pohon yang sudah tua, warnannya kecoklatan dan permukaan kulitnya kasar, juga terkelupas. Pohon trembesi cocok dijadikan pohon peneduh karena mempunyai daya serap gas CO2 yang sangat tinggi. Satu batang pohon trembesi dapat menyerap 28,5 ton gas CO2 setiap tahunnya diameter tajuk 15m. Selain itu, pohon trembesi juga dapat menurunkan konsentrasi gas secara efektif sebagai tanaman penghijauan dan memiliki kemampuan menyerap air tanah yang kuat. Menurut riset Dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, Dr. Ir. H Endes N. Dahlah, dari 43 pohon yang sering dimanfaatkan sebagai tanaman penghijauan. Hasilnya, pohon trembesi terbukti menyerap karbondioksida paling banyak. Dalam setahun, pohon tersebut mampu menyerap 28,488,39 kg karbondioksida. 2. Pohon Mahoni Pohon peneduh jalan raya selanjutnya adalah mahoni. Pohon mahoni mempunyai tinggi rata-rata 25 m—beberapa pohon tingginya lebih dari 30 m, berakar tunggang, batang bulat, percabangan banyak, dan juga bergetah. Daunnya berupa daun majemuk, menyirip genap, helaian daun berbentuk bulat telur, ujung pangkal daun runcing, tepi daun rata, tulang menyirip dengan panjang daun 3-15 cm. Pohon mahoni akan berbunga setelah usia 7 atau 8 tahun. Buahnya berbentuk bulat telur berlekuk lima. Sewaktu masih muda, warnanya hijau dan setelah tua akan berwarna coklat. Jenis pohon peneduh jalan raya ini termasuk ke dalam pohon yang tidak memiliki persyaratan tipe tanah secara spesifik. Alhasil, dapat bertahan hidup pada berbagai jenis tanah bebas genangan, gersang, atau marginal. Meskipun tidak hujan berbulan-bulan, mahoni masih dapat bertahan hidup. Pohon mahoni adalah salah satu jenis pohon yang biasanya digunakan sebagai pelindung jalan. Lantaran, bibitnya mudah didapat dan mempunyai perawakan yang tinggi juga rindang. Nyatanya, tidak semua pohon besar dan berpenampilan bagus bisa dijadikan sebagai pohon pelindung jalan. Ada beberapa persyaratan sebelum sebuah pohon ditanam sebagai pelindung jalan. Persyaratan tersebut seperti, berkanopi rindang, berbatang besar dan tinggi, percabangannya tidak mudah patah, tidak memiliki buah besar, perakaran dalam, dan lain sebagainya. Nah, pohon mahoni termasuk ke dalam jenis pohon yang memenuhi persyaratan tersebut. Selain itu, mahoni juga mempunyai potensi serapan CO2 yang baik, meskipun tidak termasuk ke dalam golongan tingkat serapan tinggi. Adapun nilai laju penyerapan gas karbondioksida pohon mahoni sebesar 8,30 umol/m2/detik. Baca juga 10+ Manfaat Hutan Mangrove untuk Lingkungan dan Masyarakat 3. Pohon Bintaro Pohon bintaro juga bisa dimanfaatkan sebagai pohon peneduh jalan raya. Pohon bintaro atau juga disebut Pong-Pong Tree atau Indian Suicide Tree, memiliki nama latin Cerbera Odollam Gaertn, termasuk ke dalam tumbuhan non pangan atau tidak untuk dimakan. Dinamakan Cerbera karena biji dan semua bagian pohonnya mengandung racun “Cerberin”. Racun ini bisa menghambat saluran ion kalsium di dalam otot jantung manusia sehingga mengganggu detak jantung dan dapat menyebabkan kematian. Pohon bintaro mempunyai bentuk daun yang memanjang, simetris, dan menempel pada bagian ujung dengan ukuran bervariasi. Namun, rata-rata mempunyai panjang 25 cm. Tersusun secara spiral dan terkadang berkumpul pada ujung roset. Meskipun buahnya beracun, bintaro dapat dijadikan sebagai pohon peneduh jalan raya serta dapat ditanam di RTH. Keberadaannya mampu mengurangi tingkat pencemaran udara dari polutan logam berat seperti Timbel Pb yang dihasilkan oleh industri dan pembakaran bahan bakar tidak sempurna kendaraan bermotor. Mengutip dari laman hasil analisis memperlihatkan bahwa konsentrasi timbel tertinggi ada pada jenis pohon mahoni dengan nilai 30,76 ppm dan bintaro 24,9 ppm. Maka dari itu, ada baiknya pohon bintaro ditanam di sekitaran pabrik atau kawasan perusahaan smelter. 4. Pohon Kersen Jenis pohon peneduh jalan raya berikutnya adalah kersen. Pohon kersen mempunyai tinggi rata-rata sekitar 3-6 meter, tetapi mampu tumbuh hingga 12 meter. Kersen dapat digolongkan sebagai tumbuhan liar yang bisa tumbuh di mana saja, asalkan memenuhi kriteria tanam. Pohon kersen mudah ditemui di kota-kota karena memang sifatnya yang mudah untuk tumbuh di mana-mana. Selain itu, pohon kersen juga biasa digunakan sebagai pohon peneduh dan penyerap karbondioksida. Oleh sebab itu, pohon ini acapkali ditanam di RTH. Perlu diketahui bahwasanya, tanaman memiliki kemampuan berfotosintesis. Guna melakukan proses fotosintesis, tumbuhan memerlukan gas CO2 sebagai bahan bakunya dan hasil fotosintesis tersebut berupa O2 serta zat-zat makanan yang diperlukan oleh tumbuhan dan makhluk hidup lainnya. Pohon kersen memiliki daya serap karbondioksida sebesar 0,02 g /pohon/jam. 5. Pohon Cassia Salah satu jenis cassia yaitu Cassia Fistula atau biasa disebut sebagai golden shower. Mempunyai nama-nama Laburnum India, pohon Pipa Pudding, Trengguli, kayu raja, bobondelan, kolobur, tilai, bubuni, ketoka, kluwang, ladao, limbalo dan lain sebagainya. Pohon peneduh jalan raya ini ini berukuran sedang dan tergolong cepat tumbuh hingga mencapai 10-30 meter di daerah iklim kering. Cassia Fistula secara luas ditanam sebagai tanaman hias dan juga merupakan pohon nasional Thailand. Pohon ini memiliki kayu yang kuat dan juga tahan Fistula cocok untuk ditanam di kebun dan di sepanjang pinggir jalan. Pohon ini juga dapat menyerap karbondioksida dengan baik. Terhitung pohon Cassia mampu menyerap 5295,47 kg karbon dioksida per tahun. 6. Pohon Matoa Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kualitas udara yaitu melalui penyediaan Ruang Terbuka Hijau atau RTH. Vegetasi sebagai komponen utama pengisi RTH mempunyai kemampuan dalam menyerap emisi karbon. Oleh sebab itu, pemilihan vegetasi yang tepat penting untuk diperhatikan. Dalam konteks ini, matoa adalah jenis pohon peneduh jalan raya atau RTH yang dapat dimanfaatkan sebagai penyerap karbondioksida. Faktanya, matoa atau Pometia pinnata mampu menyerap karbondioksida sebanyak 329,76 kg per tahunnya. Matoa merupakan tanaman buah yang menjadi identitas flora Papua dan tersebar hampir di setiap daerah seperti, Seko, Wondoswaar, Anjai Kebar, Warmare, dan lain sebagainya. Umumnya, pohon matoa secara alami tumbuh pada tanah-tanah datar bertekstur liat sehingga pada waktu hujan agak tergenang air. Pohon ini termasuk ke dalam keluarga rambutan-rambutan Sapindaceae. Memiliki buah yang bercita rasa layaknya campuran rambutan dan lengkeng. 7. Pohon Rambutan Pohon peneduh jalan raya berikutnya yaitu rambutan. Selain buahnya enak dikonsumsi, ternyata rambutan juga masuk ke dalam jenis pohon yang memiliki kemampuan menyerap karbon dengan baik yaitu sebesar 2,19 kg per tahun. Rambutan Nephelium lappaceum l merupakan tanaman yang berasal dari Indonesia. Buah rambutan mempunyai ciri khas yaitu kulit buahnya yang berambut, rasa buah manis sampai asam, tekstur lembut dan halus, sehingga banyak masyarakat yang meyukainya. Mengenai perawatan pohon rambutan juga terbilang mudah. Setidaknya siram pohon rambutan sekali dalam sehari. Siram secukupnya jangan sampai tergenang karena akan memunculkan penyakit busuk pada akar. Selain disiram kamu juga bisa memberikan pupuk NPK yang dicampur dengan pupuk kandang agar pohonnya menjadi lebat. Terakhir, jangan lupa untuk memangkasnya agar tetap rapi. 8. Pohon Tanjung Tanjung adalah salah satu jenis pohon yang sering ditanam di kawasan hutan kota. Ini karena, pohon tanjung dapat meneduhkan hingga 125 meter persegi tergantung dengan umurnya. Pohon tanjung juga mampu menyerap karbondioksida dengan baik, total dalam setahun dapat menyerap 34,29 kg. Selain itu, buah tanjung biasanya dijadikan makanan oleh burung, sehingga keberadaannya dapat menjaga keseimbangan ekosistem. Pohon peneduh jalan raya ini dapat tumbuh hingga ketinggian 25 m, mempunyai daun tunggal tersebar, dan bertangkai panjang, serta bentuknya bulat lonjong. Bunganya berbau harum, kayunya bersifat padat, keras, dan berat. 9. Pohon Glodokan Tiang Pohon peneduh jalan raya selanjutnya adalah glodokan tiang. Umumnya, pohon glodokan tiang tumbuh menjulang ke atas layaknya cemara. Pohon ini mampu tumbuh mencapai ketinggian 5 sampai 8 meter. Pohon ini dapat hidup dengan baik meskipun ditempatkan di bawah sinar matahari secara langsung. Untuk perawatannya juga tergolong mudah dan tidak merepotkan. Pohon glodokan tiang adalah jenis tanaman yang biasanya digunakan sebagai peneduh dan juga penetralisir udara di kota-kota besar. Berdasarkan sebuah studi dari Universitas Udayana tahun 2013, masa karbondioksida yang diperoleh pohon glodokan tiang sebesar 13,3614 mg/50 ml. Jumlah ini akan meningkat seiring dengan waktu. 10. Pohon Kerai Payung Pohon ini tingginya dapat mencapai 25 m. Bentuk tajuknya bulat atau semiglobular sehingga terlihat seperti payung. Pohon kerai payung mempunyai cabang yang banyak dengan tinggi bebas cabang yang rendah, bahkan ada yang hanya beberapa centimeter saja di atas permukaan tanah. Di Indonesia, kerai payung kerap dijadikan sebagai pohon peneduh jalan raya. Sebab, bentuknya yang unik, daunnya rimbun, hingga keindahan yang dimiliki. Mengingat, dalam memilih tanaman jalan terdapat kriteria yang harus dipenuhi. Kriteria tersebut antara lain, tahan terhadap embusan angin lemah sampai sedang, ukuran buah tidak besar, teduh, serasah sedikit, tidak terlalu gelap, mampu menyerap polusi dan emisi kendaraan bermotor, serta memiliki nilai estetika. Pohon kerai payung dalam peranannya menyerap karbondioksida juga bisa dibilang efektif. Total daya serap karbondioksida pohon jenis ini sebesar 404,83 kg /tahun. 11. Pohon Beringin Terakhir, jenis pohon peneduh yang kerap ditemui adalah beringin. Pohon Beringin sering kali dimanfaatkan sebagai pohon peneduh taman dan juga halaman rumah karena posturnya yang besar sehingga meneduhkan areal di sekitarnya. Pohon beringin dapat tumbuh hingga mencapai tinggi 40-50 m dengan diameter batang mencapai 100-190 cm. Pohon beringin juga merupakan salah satu produsen udara segar. Beringin sangat produktif menghasilkan oksigen pada siang hari sehingga siapapun saat di bawahnya akan merasakan udara yang segar dan terbebas dari pencemaran udara. Tidak hanya menghasilkan udara segar, beringin juga masuk ke dalam daftar pohon dengan kemampuan tinggi sebagai penyerap karbondioksida. Total, dalam setahun pohon beringin mampu menyerap karbondioksida sebanyak 535,90 kg. Itulah 11 jenis pohon peneduh yang tepat untuk ditanam di pinggir jalan. Dengan adanya pohon-pohon tersebut kondisi udara tetap akan terjaga sekaligus mengikat karbon-karbon yang dapat merusak lapisan ozon. Baca juga Pohon Beringin Ciri-Ciri, Jenis, Fakta, dan Manfaat Referensi yang digunakan dalam tulisan ini adalah Hei!!! Bumi Butuh Bantuanmu!!! Sudahkah Kamu Menanam Pohon? LindungiHutan adalah startup yang mempermudah individu, kelompok, bisnis dan perusahaan terlibat langsung untuk menanam pohon dan memberikan dampak kebaikan bagi lingkungan dan masyarakat di bawah naungan Yayasan Lindungi Hutan.