Carayang benar adalah dengan cara membuat lubang pupuk di sekitar tanaman sejauh tajuk terluar atau kurang sedikit. Lubang pupuk dibuat dengan kedalaman 20-30 cm. Lalu masukkan pupuk dan tutup kembali. Jangan lupa siram jika tidak ada hujan agar pupuk segera larut dan dapat dimanfaatkan oleh akar tanaman.
sebagaiacuan dalam melaksanakan budidaya kopi yang baik dan berkelanjutan. Pasal 3 . Peraturan. Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta. pada tanggal 15 April 2014
Caramenanam kopi yang baik dan benar cara budidaya kopi arabika robusta ateng ⚡ Cara merawat pohon kopi agar berbuah banyak ⭐ Selanjutnya berikan pemupukan susulan menggunakan pupuk NPK yang dilarutkan ke dalam air dengan komposisi 2 gelas NPK untuk 35 liter air. Aduk hingga merata lalu siramkan setiap 2 minggu sekali.
Terdapatbeberapa persiapan jika ingin membibitkan kopi dengan cara generatif atau dengan biji. Langkah awal adalah memilih benih dari kebun, dilanjutkan membuat benih. Setelah itu menyimpan biji ke dalam kotak diberi lapisan kain yang bercampur fungisida dengan dosis 1 cc / 100 cm². Campur biji kopi dengan bubuk arang dengan perbandingan 3:1.
CaraBudidaya Kopi yang Baik dan Benar 1. Memilih Jenis Biji Kopi a. Kopi arabika b. Kopi robusta c. Kopi liberika d. Kopi excelsa 2. Menyeleksi Calon Benih Kopi 3. Proses Penyemaian Biji 4. Menyiapkan Lahan untuk Menanam 5. Memindahkan Kopi ke Polybag 6. Memindahkan Bibit ke Lahan 7. Proses Penyiraman 8. Proses Penyiangan 9. Proses Penyulaman 10.
Carapemupukan kopi yang baik dan pupuk kimia atau dengan menggunakan pupuk organik pabrikan atau komposisi-----
CaraMenanam Pohon Kopi Untuk Pemula Dengan Baik dan Benar -Kopi Kita semua tentu sudah tidak asing dengan kopi. Kopi sering kita konsumsi sebagai minuman dengan rasa yang mantap. Ya, rasanya mantap karena kopi akan menghasilkan rasa serta wangi yang nikmat jik diseduh pada suhu tertentu dengan tambahan bahan lain seperti gula, coklat atau krimer.
Pemupukantahap pertama menggunakan pupuk urea dengan dosis 0,25 kg/tanaman. Pupuk urea ini dikenal bagus untuk memenuhi kebutuhan kopi dalam masa pertumbuhan batang dan daun. Pemberian pupuk dilakukan dengan menggali tanah di sekeliling tanaman terlebih dulu, lalu pupuk ditaburkan di lubang galian tersebut.
CnLw. Budidaya Kopi – Kopi adalah salah satu andalan Indonesia dalam urusan ekonomi, baik dari level daerah sampai nasional. Menurut data dari dari Badan Pusat Statistik, budidaya kopi di Indonesia menghasilkan 774,60 ribu ton kopi pada tahun 2021. Artinya, ini bisa menjadi peluang menggiurkan. Grameds bisa menemukan petani kopi hampir seluruh provinsi di Indonesia. Tak hanya itu, keberadaan kedai kopi juga mulai menjamur di banyak daerah. Mayoritas kedai kopi ini memanfaatkan produk petani lokal. Di samping itu, potensi ekspor kopi juga tak kalah besar. Nah, Grameds bisa memanfaatkan peluang-peluang ini dengan menjadi pembudidaya kopi. Namun sebelum mulai, kamu harus tahu bagaimana menanam kopi dengan baik dan benar agar hasilnya bisa berkualitas. Cara Budidaya Kopi yang Baik dan Benar1. Memilih Jenis Biji Kopia. Kopi arabikab. Kopi robustac. Kopi liberikad. Kopi excelsa2. Menyeleksi Calon Benih Kopi3. Proses Penyemaian Biji4. Menyiapkan Lahan untuk Menanam5. Memindahkan Kopi ke Polybag6. Memindahkan Bibit ke Lahan7. Proses Penyiraman8. Proses Penyiangan9. Proses Penyulaman10. Pemupukan11. Memanen Kopi12. Mendistribusikan Hasil Panen KopiKategori Ilmu Berkaitan Usaha / BisnisArtikel Tanaman Pangan 1. Memilih Jenis Biji Kopi Supaya kamu bisa mendapatkan hasil yang berkualitas, maka pemilihan biji harus diperhatikan dengan baik. Bahkan sejak dari penentuan varietas dan jenisnya. Perlu kamu tahu, kopi termasuk tanaman tahunan. Yang artinya butuh puluhan tahun untuk bisa diproduksi, tepatnya 20 tahun. Dengan karakteristik seperti ini, pemilihan bibit tidak boleh sembarangan. Karena sekali memilih, tidak bisa diganti lagi. Ada banyak sekali jenis kopi yang bisa kamu tanam, namun yang paling terkenal hanya empat jenis, yaitu a. Kopi arabika Ini adalah jenis yang paling diminati karena rasanya paling nikmat dibanding jenis lainnya. Buah kopi arabika akan berwarna merah terang saat matang. Rendemen atau persentase produk akhir dan hasil panennya sekitar 18% sampai 20%. b. Kopi robusta Termasuk jenis kopi yang populer di Indonesia. Dibanding arabika, jenis ini bisa panen lebih cepat. Bentuk buah nya membulat dan akan berwarna merah cenderung gelap saat matang. Rendemennya juga lebih tinggi, yaitu sekitar 22% namun dengan harga yang lebih murah dari arabika. c. Kopi liberika Dibanding dua jenis lainnya, liberika masih kalah pamornya. Akan tetapi, kopi ini bisa tumbuh dengan baik di dataran rendah. Ukuran buahnya cenderung tidak rata dan memiliki rendemen sekitar 12% sangat rendah. d. Kopi excelsa Kopi excelsa bisa dibilang menjadi jenis yang cukup kuat karena tahan pada kekeringan dan bisa tumbuh subur di mana saja. Baik dataran rendah, dataran tinggi, maupun lahan gambut. Kulit buahnya lembut dan bisa dikupas dengan mudah, sejak tahun 2006 excelsa diklasifikan sebagai bagian dari jenis liberika. Terlepas dari pilihan jenis kopinya, untuk memperoleh benih kopi kamu bisa melakukan dua cara, pertama dengan pembiakan generatif atau menyemai biji. Yang kedua pembiakan vegetatif atau stek, cangkok, kultur jaringan, dan sejenisnya. Dalam pembahasan ini, kita akan fokus pada pembiakan generatif yang lebih mudah dan sudah banyak digunakan petani kopi di Indonesia. Di samping itu, cara ini juga bisa menghasilkan biji kopi yang akar tunjangnya sempurna. Dengan begitu, tanaman bisa jadi lebih kokoh. Lalu bagaimana cara mendapatkan bibitnya? Gampang, kok, kamu bisa membelinya di toko pertanian atau langsung dari balai pertanian terdekat biar lebih aman. Sebab balai pertanian biasanya menjual benih yang sudah diseleksi terlebih dulu. Supaya kamu lebih paham lagi soal jenis-jenis biji kopi, coba baca buku Rahasia Sukses Budidaya Kopi yang ditulis oleh Tim Karya Tani Mandiri. Buku ini bisa membantu kamu mendapatkan biji kopi berkualitas dan informasi-informasi penting tentang seluk beluk tanaman kopi. 2. Menyeleksi Calon Benih Kopi Mari anggap kamu membeli bibit kopi dari balai pertanian yang telah melalui proses seleksi, namun ini bukan berarti kamu harus menanam semua benihnya. Lakukan penyortiran ulang di rumah untuk memilah mana biji yang benar-benar baik dan mana yang tidak. Biji calon benih kopi yang baik harus memenuhi kriteria berikut ini Berasal dari tanaman induk yang sudah terbukti menghasilkan buah yang berkualitas. Artinya, sebisa mungkin cari rekomendasi dari petani kopi yang berpengalaman. Pastikan tanaman induk nya sehat dan tahan pada serangan hama juga penyakit Kalau bisa, tanaman induknya harus yang berasal dari hasil persilangan pertama alias F1 Pastikan calon benih merupakan buah yang sudah masak agar cadangan nutrisinya banyak sehingga cukup sampai proses perkecambahan nanti. Pilih yang mulus, tidak cacat, dan berukuran normal. Setelah menyeleksi buah kopi yang berkualitas, maka kamu bisa melanjutkan ke tahap pembenihan. Berikut langkah-langkahnya Masukkan buah yang sudah diseleksi ke dalam karung goni Kemudian rendang karung goni ke dalam air sampai basah seluruhnya Setelah itu, angkat karung dan injak-injak. Proses ini akan membuat kulit buah terkelupas secara mudah Cuci biji kopi sambil digosok dengan abu supaya lendirnya hilang Rendam biji kopi di dalam air sekali lagi. Jika ada biji yang mengapung, sebaiknya buang saja karena dalam biji tersebut sudah tidak ada kandungan sel benih Pilah biji yang berukuran hampir seragam dan buang yang ukuranya terlalu besar maupun terlalu kecil. Pastikan biji kopi yang sudah dipilah bentuknya sempurna serta tidak cacat Anginkan biji selama 1 sampai 2 hari untuk mengeringkannya. Hindari menjemur biji di bawah sinar matahari langsung Bila sudah kering, rendam biji ke dalam larutan anti jamur larutan fungisida selama 5 menit. Jangan lupa, pastikan dosis dan aturan pakainya sudah sesuai dengan yang ada di dalam kemasannya. Simpan biji di tempat yang gelap, sejuk, dan kering jika tak ingin langsung digunakan. Sayangnya, kalau tak langsung digunakan, kualitas benih bisa menurun. Bahkan kalau lebih dari 6 bulan, persentase biji yang berhasil tumbuh hanya 60%-70%. Sedangkan kalau langsung disemaikan, peluang tumbuhnya bisa sampai 90%-100%. 3. Proses Penyemaian Biji Untuk menyemai biji kopi yang sudah diseleksi, kamu bisa mengikuti panduan ini Pertama pilih dulu lokasi persemaian yang berada di bawah pohon Setelah tempatnya cocok, buat bedengan selebar 1 meter atau bisa juga disesuaikan dengan kondisi lahannya. Lapisi dengan menggunakan pasir halus dengan tebal 5 cm – 10 cm Taburkan furadan untuk mencegah munculnya jamur, kalau tidak bisa dengan menggunakan larutan fungisida secukupnya. Tanamkan biji kopi hasil seleksi dengan posisi berbaris ke bedengan. Kedalamannya cukup 0,5 cm – 1 cm. Buat larikan secara rapi dengan jarak tanam 3 cm x 5 cm Pastikan bagian punggung biji menghadap ke atas saat dibenamkan. Jika kamu ingin mempercepat proses perkecambahan, kamu bisa melepas bagian kulit tanduk. Cara ini sudah banyak digunakan oleh petani-petani kopi di Indonesia. Letakkan alang-alang atau potongan jerami hingga menutupi bedengan supaya kelembabannya terjaga Siram bedengan pada pagi dan sore hari secara teratur sambil terus dipantau perkembangannya. Biasanya biji kopi akan mulai berkecambah saat menginjak umur 4-8 minggu jika ditanam di dataran tinggi yang hawanya sejuk. Sedangkan di dataran rendah, biji dapat berkecambah lebih cepat, yaitu sekitar 3-4 minggu. Setelah berkecambah, bagian kepalanya akan terlihat seperti biji bulat dan seolah-olah berhenti tumbuh, ini disebut juga dengan fase serdadu. Setelah satu bulan, bagian kepala akan merekah dan muncul lembar-lembar daun kecil. Jika sudah ada dua lembar daun, itu berarti benih sudah memasuki fase kepelan atau berumur 2-3 bulan. Nah jika sudah berada dalam fase ini, kamu bisa memindahkan benih ke media polybag. 4. Menyiapkan Lahan untuk Menanam Sebenarnya, lahan untuk menanam harus disiapkan jauh sebelum kamu siap menanam benih. Apalagi jika di lahan tersebut belum ada tanaman peneduh, sebab kamu harus menyiapkannya 2-4 tahun sebelum memulai budidaya kopi. Mengapa begitu? Sebab tanaman peneduh ini memiliki fungsi yang sangat penting, yaitu mengatur intensitas sinar matahari yang masuk, karena kopi tidak memerlukan sinar matahari yang penuh dan intens. Untuk jenis pohon peneduhnya, kamu bisa menggunakan pohon sengon, dadap, atau lamtoro. Daun-daun yang jatuh dari pohon ini dapat menjadi pupuk kandang bagi benih tanaman kopi. Selain pohon peneduh, kamu juga harus memeriksa tingkat keasaman pH tanah. Pastikan pH-nya sudah sesuai dengan jenis kopi yang akan kamu tanam. Untuk kopi arabika, pH yang baik berkisar antara 5 – 6,5 dan 4,5 – 6,5 untuk kopi robusta. Kalau Grameds masih punya lahan kosong, bisa sekalian ditanami pisang yang mudah tumbuh. Lumayan kan, kamu bisa punya penghasilan juga dari budidaya pisang. Untuk panduannya bisa dilihat di buku Sukses Budi Daya Pisang di Pekarangan & Perkebunan karangan Bambang Cahyono. 5. Memindahkan Kopi ke Polybag Setelah lahannya siap dan biji sudah berada dalam fase kepelan, kamu bisa mulai memindahkannya ke polybag, caranya Siapkan sebuah tempat dengan atap paranet satu lapis untuk tempat pembibitannya. Paranet ini nantinya akan mencegah sinar matahari dan juga air hujan secara langsung. Kemudian, siapkan polybag yang sudah diisi media tanam sebelumnya. Media tanam ini terdiri dari 1 bagian pasir, 2 bagian kompos, dan 2 bagian tanah Letakkan polybag di tempat pembibitan yang sudah kamu siapkan Pindahkan benih kopinya ke dalam polybag dengan cara mencungkil tanahnya. Jangan mencabut akar benih untuk memindahkannya sebab dapat merusak akar yang baru tumbuh. Pilih benih yang akarnya lurus, sebab kalau tidak lurus biasanya benih akan tumbuh menjadi pohon yang kerdil. Letakkan polybag dengan posisi berbaris dan beri jarak sekitar 1 meter agar perawatannya jadi lebih mudah. Siram bibit yang sudah dimasukan ke dalam polybag sebanyak 1 – 2 kali sehari. Berikan juga pupuk di bulan ke-3 agar bibit tumbuh subur. Pupuk yang digunakan bisa terbuat dari campuran urea, kotoran sapi, dan air dengan rasio 11010. Untuk dosisnya cukup 1 batok kelapa per tanaman untuk setiap minggu. Setelah 8-9 bulan, bibit kopi sudah siap ditanam di perkebunan 6. Memindahkan Bibit ke Lahan Jika bibit, lahan, dan pohon peneduhnya sudah siap, Grameds hanya perlu memindahkan bibit yang ada di polybag ke dalam lubang tanam yang sudah disiapkan. Dalam tahap ini, ada beberapa hal yang perlu Grameds perhatikan Jika biji yang kamu tanam adalah kopi robusta, maka gunakan jarak tanam sekitar 2,75 x 2,75 m2. Lalu untuk kopi arabika, jarak tanamnya 2,5 x 2,5 m2. Perhatikan ketinggian lahan yang kamu miliki. Idealnya, semakin tinggi lahan maka jarak tanamnya juga harus makin renggang. Begitupun sebaliknya, semakin rendah lahannya, semakin rapat jarak tanamnya. Pastikan lubang tanam dibuat 3-6 bulan sebelum penanaman, dan ukurannya harus 60 x 60 x 60 cm3. Saat menggali lubang tanam, tanah galian bagian atas dan bawah harus dipisahkan. Kemudian biarkan lubang tanamnya terbuka. Dua bulan sebelum bibit ditanam ke lahan, campurkan tanah bagian bawah dengan 200 gram belerang dan 200 gram kapur. Setelah itu masukkan kembali tanah ke lubang tanam. Satu bulan sebelum penanaman, tanah bagian atas dicampur dengan 20 kg pupuk kompos, lalu masukkan kembali ke lubang tanam. Ambil bibit di polybag, kemudian pangkas daunnya, sisakan ? saja untuk mengurangi penguapan. Setelah semuanya dilakukan, pindahkan bibit ke lubang tanam. Namun sebelumnya, kamu harus menggali sedikit lubang agar seluruh akar bibit bisa masuk ke dalamnya. Tutup kembali lubang supaya tanamannya berdiri dengan baik. Bila perlu, pasangkan penopang pada tanaman. 7. Proses Penyiraman Setelah bibit berada di perkebunan, Grameds harus mulai melakukan perawatan secara rutin. Saat umur penanamannya masih sekitar 1 sampai 6 bulan, lakukan perawatan paling tidak sebulan sekali. Setelah itu, tingkatkan intensitasnya menjadi dua kali per minggu. Bagian penting dalam perawatan yang wajib kamu perhatikan adalah penyiraman. Aktivitas ini tidak perlu dilakukan setiap hari, tapi pastikan kamu menyelesaikannya secara berkala. Khusus saat musim kemarau, lakukan penyiraman setiap dua minggu sekali dan air tidak boleh menggenang terlalu lama di sekitar batang tanaman. Jika dibiarkan, akan membuat akar menjadi busuk. 8. Proses Penyiangan Penyiangan atau pencabutan gulma perlu Grameds lakukan secara teratur. Tujuannya agar tanaman kopi bisa mendapatkan makanan yang cukup dari hara dan humus yang ada di dalam tanah. Maka dari itu, semua tanaman liar yang ada di sekitar pohon kopi harus dihilangkan dengan sempurna. Jika tidak, mereka akan merebut nutrisi yang dari humus sehingga tanaman kopi tidak bisa tumbuh dengan baik. Lakukan penyiangan setiap dua minggu sekali sampai tanaman kopi tumbuh besar. 9. Proses Penyulaman Dalam perawatan tanaman kopi, Grameds juga harus melakukan proses penyulaman atau mengganti tanaman yang rusak/mati dengan yang baru. Hal ini penting supaya jumlah tanaman kopi di area tanam tetap terkontrol. Gunakan benih kopi yang sama dengan yang sudah kamu tanam. Selama kamu melakukan perawatan secara intensif, benih yang baru bisa tumbuh lebih cepat, kok. 10. Pemupukan Ada dua opsi yang bisa kamu pilih dalam tahap ini. Pertama menggunakan pupuk buatan dan yang kedua menggunakan pupuk organik. Masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya sendiri, namun sebaiknya utamakan pupuk organik dulu. Soalnya pupuk organik tidak mengandung bahan kimia seperti insektisida dan peptisida yang bisa membahayakan tanaman kopi. Di samping itu, kamu bisa membuat pupuk organik sendiri dengan menggunakan bahan-bahan alami yang ada di sekitar kebun kopi. Contohnya, manfaatkan kulit buah kopi sisa pengupasan serta daun-daun dari pohon pelindung untuk diolah menjadi kompos. Pemberian pupuk ini bisa kamu kerjakan 1 – 2 tahun sekali dengan dosis 20 kilogram per tanaman. Buatlah lubang melingkar di sekitar tanaman, kemudian masukkan kompos atau pupuk buatan ke dalamnya. 11. Memanen Kopi Budidaya kopi, jika semua prosesnya dilakukan secara intensif maka membuahkan hasil dalam waktu kurang dari lima tahun. Tergantung jenis kopi yang kamu tanam. Untuk kopi robusta, buahnya akan mulai muncul pada umur 2,5 tahun – 3 tahun. Sedangkan arabika pada umur 3 tahun – 4 tahun. Setelah buahnya matang, kamu bisa mulai proses pemanenan dengan cara manual, yaitu memetik buah dari pohonnya langsung. Sayangnya, saat panen perdana, biasanya belum bisa menghasilkan dalam jumlah banyak. Tapi tanaman kopi akan terus berbuah hingga mencapai puncak produksi pada umur 7 tahun – 9 tahun. Satu periode panen umumnya berlangsung antara 4 – 5 bulan. Dalam periode ini, pemetikan harus dilakukan sekitar 10 – 14 hari sekali sampai tanaman tidak berbuah lagi. 12. Mendistribusikan Hasil Panen Kopi Saat panen, semua kopi yang dipetik dalam hari yang sama harus dikumpulkan dan disortir berdasarkan kualitasnya. Setelah itu, lakukan beberapa tahapan ini Mengupas kulit buah menggunakan mesin pengupas berjenis silinder atau secara tradisional seperti pada proses seleksi calon benih Untuk kopi arabika, lakukan fermentasi agar lapisan lendir hilang. Mengeringkan biji untuk mengurangi kadar air di dalamnya menjadi 12% Sortir kembali biji berdasarkan ukuran, kebersihan, dan kemulusan Simpan biji kopi yang siap didistribusikan di dalam gudang Setelah menyelesaikan kelima proses tersebut, kamu bisa mulai mendistribusikan hasil budidaya kopi ke konsumen. Tapi ingat, hindari menjual ke tengkulak karena harga jualnya sangat murah. Daripada dijual ke tengkulak, coba bermitra dengan koperasi atau memasarkan hasilnya sendiri. Sekarang kamu bisa memanfaatkan media sosial dan internet untuk membangun jaringan pemasaran. Cara berikutnya adalah menjual langsung ke pemilik kedai kopi yang ada di kotamu. Jika tidak ada, coba berangkat ke kota lain yang memang terkenal dengan wisata kuliner kopinya. Gambaran lebih jelas mengenai semua tahap budidaya kopi di artikel ini dapat kamu temukan dalam buku Panduan Berkebun Kopi yang ditulis oleh Pudji R. Demikian panduan singkat budidaya kopi untuk pemula. Grameds juga bisa membaca dan mendapatkan buku-buku terkait budidaya kopi di agar kamu memiliki informasi LebihDenganMembaca. Penulis Gilang BACA JUGA ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien
Syarat tumbuh tanaman kopi Namun, sebelumnya menggoreskan tinta hitam ini lebih jauh tentang pemupukan yang merupakan bagian dari perawatan tanaman kopi, kita coba jelajahi sejenak dan secuil tentang budidaya tanaman kopi dari sisi persyaratan tumbuhnya. Tanaman yang mengandung kafein ini secara umum tumbuh dengan baik di daerah yang sejuk dengan temperatur 20-24 0C. Suhu dingin itu sudah pasti berada pada dataran tinggi mulai 700 -2000 meter dpl di atas permukaan laut. Tapi, ketinggian tempat dan suhu yang “menggigil” bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan subur dan produktifnya tanaman kopi. Ada banyak kondisi lain yang harus tepenuhi agar komoditas perkebunan ini tumbuh subur dan memberikan bijinya yang berkualitas. Beberapa syarat tumbuh lain yang mesti mendapatkan dukungan seperti curah hujan, kelembaban udara, angin, sinar matahari yang cukup, pH tanah yang agak asam, tanah yang gembur, tanah harus kaya bahan organik, dan juga kecukupan unsur hara. Baik jenis kopi arabika, robusta, leberika, ekselsa, dan hibrida menghendaki kondisi pertumbuhan dengan temperatur rendah. Demikian juga dengan faktor-faktor lain seperti disebutkan di atas harus terpenuhi untuk semua jenis tanaman kopi. Faktor itu pula yang menentukan nantinya citarasa, aroma, kandungan kafein, keasaman, ukuran dan kualitas kopi lainnya. Nutrisi menentukan pertumbuhan dan produktivitas kopi Nah, dari sekian banyak faktor yang menentukan pertumbuhan tanaman kopi, kita coba angkat yang terakhir itu, yaitu kecukupan unsur hara baik makro maupun mikro. Ini sudah tentu bicara tentang pupuk dan pemupukan tanaman kopi. Sebab, apapun ceritanya, tanpa nutrisi yang cukup, tanaman akan merana pertumbuhannya. Sebaliknya, jika proses pemberian pupuk tanaman kopi dilakukan secara benar pada setiap tahapan, baik jenis pupuk maupun cara pemupukan, maka produktivitas tanaman kopi menjadi tinggi dan tak perlu diragukan. Kenapa? Ini karena tanaman mendapatkan asupan makanan yang seimbang dan sesuai dalam setiap pertumbuhan dan perkembangannya. Tanaman harus tersedia C, H, O, N, P, K, Ca, Mg, S, Fe, B, Mo, Mn, Zn, Cu, dan Cl untuk melangsungkan kehidupannya. Intinya, tanaman kopi dapat tumbuh optimal ketika terpenuhi kebutuhan zat makanan berupa unsur hara makro dan mikro. Tapi, kita harus tau kapan waktu dan bagaimanan cara tepat untuk pemupukan tanaman kopi. Bagaimana cara memenuhi nutrisi tanaman kopi? Tentu saja dengan pupuk. Menjadi pertanyaan lagi, bagaimana cara pemupukan tanaman kopi? Inilah yang akan kita ulas dalam postingan ini dari pupuk dasar hingga pupuk susulan. Pupuk dan Tahapan Pemupukan Tanaman Kopi Agar pertumbuhan kopi normal dan berkembang dengan baik, maka tanaman kopi harus tercukupi unsur hara sejak pembibitan, kemudian sebelum tanam dan sesudah tanam yang dikenal dengan istilah pupuk susulan tanaman kopi. Kalau dihitung-hitung dari tahap penyemaian benih kopi sampai dengan tanaman kopi berumur 10 tahun, ada 4 tahap atau 19 kali pemupukan yang perlu diberikan agar tumbuh dan produktifitasnya tinggi. Tahap I semaian sebanyak 1 kali pemupukan, Tahap II pembibitan 6 kali, Tahap III sebelum tanam 1 kali, dan Tahap IV setelah tanam 11 kali pemupukan. Semua tahapan itu akan kita lihat satu per satu dalam artikel ini. Baca juga ini 6 Step Membuat Pupuk Organik Cair POC Air Kelapa dan Cara Aplikasinya yang Benar Membuat Pupuk Organik Cair Dari Sampah Basah Dengan EM4 dan Air Cucian Beras. I. PUPUK PADA TAHAP PENYEMAIAN BENIH KOPI Benih kopi yang berkualitas unggul dan sudah terseleksi, lalu disemai pada bedengan yang sudah dipersiapkan. Nah, agar benih kopi berkecambah dan tumbuh dengan sehat, maka bedengan perlu diberikan pupuk. Jenis pupuk yang cocok diberikan pada tahap semai benih kopi adalah pupuk kompos. Cara pemberian pupuk dengan mencampur pupuk kompos dengan tanah bedengan. Dengan adanya kompos, maka tanah menjadi gembur dan lebih poros serta tersedianya unsur hara yang dapat diserap oleh bibit kopi yang sudah mulai tumbuh. II. PUPUK PADA TAHAP PEMBIBITAN TANAMAN KOPI 1. Pupuk organik Bibit yang subur akan menentukan kesuksesan dalam budidaya tanaman kopi. Karenanya, pemupukan tanaman kopi pada saat masih bibit tahap II penting sekali diperhatikan. Bibit biasanya dipindahkan dari media persemaian ke media pembibitan berupa polybag pada umur 3-4 bulan. Pada tahap pembibitan tanaman kopi, pupuk yang tepat diberikan adalah pupuk organik berupa pupuk kandang atau kompos. Perbandingan dalam media pembibitan adalah 11. Cara pemupukan pada tahap pembibitan kopi begini, dalam setiap media pembibitan polybag dicampurkan 1 bagian tanah dengan1 bagian pupuk kandang. Untuk memenuhi nutrisi atau zat makanan tanaman kopi, tidak hanya bersumber dari pupuk kimia/anorganik, tetapi juga dari pupuk organik. Jadi, dengan pemupukan anorganik dan organik, maka kesuburan tanah tetap terjaga. 2. Pupuk anorganik Karena bibit berada dalam media pembibitan dalam kurun waktu lama, yaitu 6-9 bulan sebelum dipindahkan ke lahan tanam, maka perlu dipupuk secara periodik. Jadi, bibit tanaman kopi perlu dilanjutkan dengan memberikan pupuk anorganik/kimia. Pupuk yang diberikan adalah urea, SP-36 dan KCL Cara pemupukannya adalah dengan membenamkan di sekeliling bibit dengan jarak dari batangnya 7-10 cm. Jika tidak menggunakan pupuk tunggal, boleh juga menggunakan pupuk majemuk NPK 151515 Kapan diberikan dan berapa dosisnya. Pupuk diaplikasikan pada saat berada dalam media pembibitan sampai menjelang dipindahkan ke lahan. Lengkapnya seperti di bawah ini Umur 3 bulan ; Dosisnya untuk setiap bibit kopi adalah 1gram urea, 0,5 gram SP-36 dan 0,5 gram KCL. Kalau menggunakan NPK, dosisnya 2,5 gram per bibit kopi. Pemupukan selanjutnya pada umur 5, 7, 9 dan 12 bulan. Jenis pupuknya sama, tetapi dosisnya berbeda. Dosisnya 2 kali lipat dosis setiap pupuk susulan sebelumnya. Misalnya, urea yang akan diberikan pada umur 5 bulan adalah menjadi 2 gram per bibit. III. PUPUK SEBELUM MENANAM BIBIT KOPI Seperti bercocok tanam tanaman lainnya, budidaya kopi juga perlu pemberian pupuk dasar pada saat penyiapan lahan agar tumbuhnya cepat dan sehat. Kopi butuh pupuk dasar biar tidak kurus dan penyakitan. Cara aplikasi pupuk dasar atau pupuk sebelum bibit kopi ditanam dengan memasukkannya ke dalam lubang tanam. Tapi, sebelum diberikan, pupuk harus dicampurkan dengan tanah galian lubang yang ada di atasnya. Bahkan, lubang tanam sudah harus dipersiapkan jauh-jauh bulan bukan jauh hari he,,he. Jadi, 3 bulan sebelum bibit ditanam, lubang tanam sudah siap untuk “menyambut tamu baru”, yaitu penanaman bibit kopi. Setelah satu bulan lamanya lubang digali, tanah yang berada di atas lubang tanah galian diberikan dengan 200 gram pupuk sulfur atau belerang. Pemberian pupuk sulfur ini bertujuan agar jamur-jamur parasit bebas pada tanah penutup lubang tanam. Dan juga berfungsi untuk suplai hara dalam pembentukan protein dan pertumbuhan nantinya. Di samping pupuk belerang S, masih juga perlu dicampur dengan tanah galian lubang tanam dengan dolomit. Dosisnya per lubang tanam adalah 200 gram. Ini sangat berperan dalam penyediaan hara kalsium dan magnesium serta menetralisir tanah atau mengendalikan kadar keasaman tanah pH. Ini posisi tanah galian masih belum dimasukkan ke dalam lubang tanam. Jadi, mendekati masa tanam atau 15 hari sebelum tanam, tanah galian diberikan lagi dengan pupuk organik berupa pupuk kandang. Campurkan tanah galian dengan 10 kg pupuk kandang per lubang tanam. Lalu masukkan tanah yang sudah dicampurkan ke dalam lubang tanam. IV. PUPUK SETELAH TANAM KOPI Pemupukan tanaman kopi setelah tanam jangan ditunda-tunda jika ingin pertumbuhan tanaman kopi subur pada masa vegetatifnya. Jangan karena menunggu hujan turun, lalu tidak dilakukan pemupukan. Memang baiknya pemupukan dilakukan pada awal atau akhir musim hujan. Pemberian unsur hara pemupukan pertama dilakukan pada usia 1 bulan setelah tanam dengan pupuk tunggal. Dosis pupuk yang diberikan per tanaman kopi adalah 25 gram urea, 25 gram SP-36, dan 20 gram KCL. Nah, pada 6 bulan berikutnya diberi lagi pupuk yang sama dengan dosis yang sama. Artinya, pemupukan tanaman kopi dilakukan 2 kali dalam setahun.
Pada dasarnya proses pemupukan pada tanaman kopi bertujuan untuk meningkatkan kesuburan lahan budidaya sehingga mampu mencukupi kebutuhan unsur hara yang diperlukan tanaman kopi. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi kebutuhan pupuk yaitu pengambilan hara oleh kopi dan persediaan kandungan hara di dalam mendukung pertumbuhannya, tanaman kopi mengambil unsur hara dari dalam tanah. Jumlah kebutuhan unsur hara ini berbeda-beda menurut jenis tanaman kopi tersebut. Selanjutnya unsur hara ini digunakan untuk mencukupi kebutuhan kopi dalam mendukung pertumbuhan vegetatif dan pembentukan buah. Perlu diketahui, persediaan hara di dalam tanah di setiap wilayah mengandung unsur-unsur tertentu dengan kadar yang tidak umum pemupukan tanaman kopi bertujuan untuk memperbaiki atau mengembalikan kondisi tanah sehingga ideal bagi kehidupan tanaman kopi. Dalam tahun pertama budidaya , pupuk banyak dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan kopi secara vegetatif. Pemupukan yang tepat dapat menghasilkan biji kopi yang berukuran lebih besar dengan kualitas tinggi. Jadwal pemupukan yang teratur juga bisa menyetabilkan kembali produktifitas tanaman kopi yang kita tahu, pemanenan buah kopi dilaksanakan setiap sekali dalam setahun yakni pada bulan Juli sampai Oktober. Untuk mempersiapkan masa panen tersebut, sebaiknya tanaman kopi perlu diberikan pupuk sebanyak tiga kali dalam setahun. Hal ini dimaksudkan agar kebutuhan unsur hara tanaman benar-benar tercukupi sehingga hasil panen pun PertamaPemupukan tahap pertama menggunakan pupuk urea dengan dosis 0,25 kg/tanaman. Pupuk urea ini dikenal bagus untuk memenuhi kebutuhan kopi dalam masa pertumbuhan batang dan daun. Pemberian pupuk dilakukan dengan menggali tanah di sekeliling tanaman terlebih dulu, lalu pupuk ditaburkan di lubang galian tersebut. Dengan metode ini pupuk lebih mudah meresap ke tanah sehingga terserap maksimal oleh akar tanaman KeduaPemupukan tahap kedua dilaksanakan pada 4 bulan setelah pemupukan pertama. Adapun pupuk yang digunakan masih sama yaitu urea dengan takaran yang sama pula. Metode pemupukannya juga sama yakni menggali lubang terlebih dahulu di sekeliling batang, kemudian taburkan pupuk secukupnya ke lubang KetigaSementara itu, pemupukan ketiga juga dilakukan empat bulan selepas pemupukan kedua. Pada tahap ini, pemupukan bertujuan untuk mengoptimalkan pertumbuhan buah untuk mendapatkan jumlah dan kualitas yang terbaik. Pupuk yang digunakan berupa campuran pupuk urea dan NPK dengan perbandingan 21. Setelah pupuk tercampur merata, pupuk tersebut lantas diaplikasikan pada tanaman-tanaman kopi.