JUNE8TH, 2018 - KODE PART CDI YAMAHA JUPITER LAMA INI IALAH 5LL 85540 00 DAN HARGA RESMI NYA RP 614 000 SAJA CDI INI COCOK JIKA LANGSUNG DIPASANG DI YAMAHA JUPITER Z DAN MIO LAMA' 'sistem pengapian sepeda motor kursus mekanik nuansa motor july 14th, 2018 - sistem pengapian cdi merupakan system pengapian elektronik yang bekerja dengan Inilahcara membuat pengapian total los motor jupiter z dan ulasan lain yang masih berkaitan dengan topik cara membuat pengapian total los motor jupiter z untuk Anda. Anda yang mencari tahu tentang cara membuat pengapian total los motor jupiter z bisa membaca artikel berikut ini dengan seksama. Semoga bermanfaat. CDIYZ bisa pake dari Vega (AC) atau Jupiter-Z dan Mio (DC). Pilih yang programable biar setara vortex: Magnet YZ dengan CDI Jupiter Dulu pengapian Yamaha Vega sangat bertaji di road race. Bahkan bisa bejaban dengan pengapian Vortex yang notabene menggunakan magnet YZ itu. JupiterGenerasi Pertama (2000 - 2003) Pada generasi pertama Jupiter mulai dipasarkan pada tahun 2000 dengan mengusung body ramping dan elegan. Jupiter mengadopsi mesin berkapasitas 101,8 cc yang mampu mengeluarkan tenaga puncak 8,3 PS pada putaran mesin 8.000 rpm dan torsi tertinggi mencapai 0.8 kgf.m pada putaran 6.500 rpm. JupiterZ 2007 (Waskito Ngubaini (Merit)) rpm bawah = 15 derajat 8000 rpm = 40 derajat dan langsung dari aki sering disebut pengapian DC. Pengapian AC Keuntungan menggunakan sistem AC : * Water jacket atau alur air di dalam blok mesin sebagai jalur sirkulasi medium pendingin dalam tugasnya menjaga temperatur kerja mesin. Meskiharam penggantian magnet, tapi malah diperbolehkan mengubah sistem pengapian. Misalnya dari pengapian AC dibikin jadi DC. Begitu juga otak pengapian. Bisa diganti pakai produk racing aftermarket. Misalnya, CDI BRT atau Rextor. Harga tergantung tipe dan merek yang diinginkan. Pemakaian piston juga ikut dibebaskan. Inikejadian saat doi salah pasang CDI spek DC ke pengapian langsung dari spul alias AC. Alhasil meleduk tuh otak pengapian! Derajat pengapian CDI Mio dan Jupiter-Z beda sedikit. Mio api busi meletik 34 derajat sebelum TMA (Titik Mati Atas) pada putaran atas. Sedangkan Jupiter-Z 36 derajat sebelum TMA. CONTOHPADA MESIN JUPITER Z O/S 100 Bore atau D : 52 mm = 5,2 Cm Stroke. 54 mm = 5,4 Cm = 0,785 x 5,22 X 5,42 = 114,62 cc ; 115 cc Sumber listrik yang dihasilkan langsung dari sepul sering disebut pengapian AC, dan langsung dari aki sering disebut pengapian DC. Pengapian AC. Keuntungan menggunakan sistem DC / Total Lost : - Tidak perlu ZgtMgTi. Perbedaan Pengapian AC Dan DC – Sistem pengapian pada sepeda motor terdiri dari pengapian AC dan DC. Keduanya memiliki perbedaan yang sangat mendasar. Lalu apa saja perbedaan pengapian AC dan DC? Mekanisme pengapian terus diperlukan pada kendaraan dengan mesin bensin. Ada beberapa beberapa macam mekanisme pengapian, dimulai dari mekanisme pengapian konservatif sampai dengan mekanisme pengapian elektronik. Salah satunya mekanisme pengapian elektronik ialah mekanisme pengapian CDI Capasitor Discharge Ignition. Mekanisme pengapian CDI sering dipakai pada kendaraan-kendaraan sepeda motor saat ini. Pada mekanisme pengapian CDI terdapat dua jenis jika dilihat dari sumber arus listrik yang dipakai yakni mekanisme pengapian CDI AC dan mekanisme pengapian CDI DC. Kedua jenis ini sering digunakan atau ditemukan pada sepeda motor tipe lama. Keduanya memiliki keuntungan dan kelebihan masing-masing. Untuk lebih jelasnya terkait perbedaan pengapian AC dan DC akan diulas lebih dalam pada artikel berikut ini. Terdapat beberapa keuntungan dan kekurangan terkait pengapian pada CDI AC dan CDI DC yaitu 1. Sumber Arus Sumber arus yang dipakai untuk mekanisme pengapian CDI AC yakni arus bolak-balik yang berasal langsung dari alternator spul magnet sedang pada mekanisme pengapian CDI DC untuk sumber arus yang dipakai ialah arus searah dan berawal dari baterei aki. 2. Tegangan Tinggi Tegangan tinggi yang dibuat oleh mekanisme pengapian CDI DC ini condong konstan sebab sumber arus berawal dari baterei yang tegangannya sama yakni 12 volt pada tiap keadaan kecepatan mesin, tetapi pada mekanisme pengapian CDI AC arus sumber bergantung dari besarnya arus yang dibuat oleh alternator spul magnet. Waktu kendaraan berjalan pada kecepatan rendah karena itu arus yang dibuat oleh alternator condong rendah hingga bisa memengaruhi tegangan tinggi yang dibuat bertambah lebih rendah. 3. Keawetan Kawat Spul Kawat spul di alternator spul magnet pada mekanisme pengapian CDI AC makin lebih gampang terbakar sebab panas yang terlalu berlebih, tetapi pada mekanisme pengapian CDI DC tidak gampang terbakat kawat emailnya sebab pada pengapian CDI DC memakai kawat e-mail mempunyai ukuran yang semakin besar. 4. Apabila Baterai Rusak Apabila baterei aki yang dipakai pada kendaraan rusak atau hancur karena itu pada mekanisme pengapian CDI DC akan alami masalah dan bisa tidak muncul percikkan bunga api tetapi pada mekanisme pengapian CDI AC tidak punya pengaruh, meskipun baterei rusak mekanisme pengapian akan sedang berjalan. Dampak lain bila baterei hancur karena itu pada unit CDI yang memakai CDI DC bisa hancur, berlainan dengan CDI DC yang tidak hancur bila baterei rusak atau hancur. 5. Harga Jika disaksikan dari harga, mekanisme pengapian CDI AC termasuk tambah murah dibanding dengan mekanisme pengapian CDI DC yang biasanya harga tambah mahal. Diatas merupakan ulasan terkait perbedaan pengapian ac dan dc pada kendaraan. Semoga dapat menambah wawasan pengetahuan. Apian, Peteralso known as Petrus Apianus, Peter Bienewitzor Bennewitz b. Leisnig, Germany, 16 April 1495 d. Ingolstadt, Germany, 21 April 1552astronomy, was a pioneer in astronomical and geographical instrumentation, and one of the most successful popularizers of these subjects during the sixteenth century. He studied mathematics and astronomy at Leipzig and Vienna, and quickly established a reputation as an outstanding mathematician. His first work was Typus orbis universalis, a world map, based on the work of Martin Waldseemüller, which illustrated the 1520 Vienna edition of Solinus’ Polyhistor seu de mirabilibus mundi. The following year he published the Isagoge, a commentary on the Typus and on first major work, Cosmographia seu descriptio totius orbis 1524, was based on Ptolemy. Starting with the distinction between cosmography, geography, and chorography, and using an ingenious and simple diagram, the book defines terrestrial grids; describes the use of maps and simple surveying; defines weather and climate; and provides thumbnail sketches of the continents. In its later form, as modified by Gemma Frisius, the Cosmographia was one of the most popular texts of the time and was translated into all major European languages. The success of this and his previous works led to Apian’s appointment as professor of mathematics at the University of Ingolstadt, where he remained until his death. He was knighted by Charles his Cosmographia, Apian suggests the use of lunar distances to measure longitude; in his second major work, Astronomicon Caesareum 1540, he supports the use of solar eclipses for that purpose. The Astronomicon is notable for Apian’s pioneer observations of comets he describes the appearances and characteristics of five comets, including Halley’s and his statement that comets point their tails away from the sun. Also important is his imaginative use of simple mechanical devices, particularly valvelles, to provide information on the position and movement of celestial bodies. Of greater scientific significance, however, is Apian’s Instrumentum sinuum sive primi mobilis 1534, where he calculates sines for every minute, with the radius divided decimally. These are the first such tables ever contribution to cartography was as a compiler and publisher, rather than as a mapmaker. His cordiform world map and maps of Hungary and France survive; his large-scale map of Europe 1534, the first of its kind, is lost. He also designed a quadrant and an armillary sphere that were popular in his best list of Apian’s writings is F. Van Ortroy, “Bibliographie de l’oeuvre de Pierre Apian,” in Bibliographie moderne 1901.The standard biographical source is S. Günther, “Peter und Phillipp Apian Zwei deutsche Mathematiker und Kartographen,” in Abhandlungen der Königlich böhmischen Gesellschaft der Wissenschaften, 6th ser., 11 1882.George Kish Tempo doeloe banyak yang mengandalkan magnet spesial engine SE buat roda race atau drag menggunakan magnet Yamaha YZ. Padahal kalo dipikir, buang-buang uang. Kenapa Om?Magnet yang dirancang Yamaha, secara hitungan sama untuk semua tipe motornya. Seperti magnet YZ hitungannya sama dengan magnet Jupiter-Z, Mio dan Vega. Enggak percoyo?Yuk lihat dimensinya. “Magnet Yamaha Mio, Jupiter maupun Vega, memiliki diameter luar 112 mm,” jelas Herianto, manajer Technical Service Bintang Racing Team BRT. Sedangkan pick up pulser atau panjang tonjolan di magnet 57,5 mm. Dua ukuran ini berlaku hampir pada semua tipe motor Yamaha yang dipakai harian. Bisa dibandingkan dengan magnet spesial engine pabrikan Yamaha itu. Yuk lihat magnet YZ yang punya diameter lebih kecil. Kalau diukur menggunakan sigmat sekitar 75 mm. Dimensi kecil untuk mengejar putran ringan, ujung-ujungnya supaya putaran mesin tidak berat. Begitupun panjang pick up coil atau tonjolan di magnet. “Ukuran pastinya 38,5 mm. Ini menggunakan rumus perbandingan,” jelas Heri yang beken dipanggil Bom bom dibuktikan kalau dua ukuran berbeda itu secara hitungan sama. Bisa manual atau pakai rumus. Kalau manual, gunakan jangka dan penggaris. Bisa langsung ketahuan. Tapi, bagi yang mau menggunakan rumus mudah juga bisa. FormulanyaPP1 PP2- = -D1 D2PP1 = Panjang pulser magnet besarPP2 = Panjang pulser magnet kecilD1 = Diameter magnet besarD2 = Diameter magnet kecilSeperti diameter magnet Jupiter-Z ukurannya 112 mm dengan panjang pick up pulser 57,5. Sedang diameter magnet YZ yaitu 75 mm. Yuk dibuktikan kalau panjang tonjolan di magnet YZ ukurannya 38,5 mm. Dari rumus ituD1 = Diameter magnet Jupiter-Z 112 mm PP1= Panjang tojolan magnet Jupie 57,5 mmD2 = Diameter magnet YZ 75 mmPP2 = Panjang pulser magnet YZ berapa?Dari rumusPP1 PP2- = -D1 D2Angkanya bisa dimasukkan ke dalam rumus, jadinya57,5 PP2- = -112 75Maka panjang tonjolan pulser di magnet YZ yaitu57,5 x 75 PP2 = -112PP2 = 38,5 mmTerbukti kan? Kalau magnet Jupiter-Z, Vega dan Mio secara hitungan sebenarnya sama dengan YZ. Jadi, ngapain pakai magnet YZ kalau punya Jupiter bisa dibubut untuk dibikin ringan. Bagaimana jika magnet Honda Karisma atau Blade mau dibikin kecil pakai lempengan besi seperti milik YZ yang punya diameter 75 mm. Tapi, tetap menggunakan CDI asli Honda Blade. Berapakah panjang tonjolan di magnetnya?Dari diameter magnet Blade 112 mm D1 dengan tonjolan di magnet 38 mm PP1. Jika mau dibikin seperti magnet YZ yang berdiameter 75 mm D2, tonjolan di lempengan PP2 bisa dihitung 38 PP2 - = - 112 75PP2 = 38 x 75/112 =25,5 mmJadi, kalau Blade mau pake magnet atau lempengan seukuran diameter YZ yang 75 mm, panjang tonjolan magnet 25,5 mm. Ini pakai CDI Blade. Tapi, kalau Blade mau pakai magnet asli YZ, tinggal pake CDI Jupiter-Z saja. Kan YZ dengan CDI JupiterDari penjelasan di atas, magnet YZ secara hitungan sama dengan magnet Jupiter, Vega dan Mio. Makanya CDI yang digunakan juga bisa saling tukar. Tapi, harus tetap memperhatikan sistem AC atau menggunakan magnet YZ dan sistemnya seperti asal atau AC, gunakan CDI yang AC juga. Misalnya menggunakan CDI Vega-R yang punya CDI sistem banyak yang masih ingat. Dulu pengapian Yamaha Vega sangat bertaji di road race. Bahkan bisa bejaban dengan pengapian Vortex yang notabene menggunakan magnet YZ sekarang kita punya jawaban. Terbukti magnet Vega hitungannya sama dengan YZ. Bahkan lebih akurat menggunakan magnet Vega. Alasan magnet Vega lebih simpel lihat tulisan di bawah ya. Selain menggunakan CDI Vega yang AC, bisa saja magnet YZ dipadu CDI Jupiter-Z atau Mio. Tapi, sistemnya harus diubah. Tidak lagi pakai AC, kudu jadi DC. Caranya suplai arus listrik menggunakan aki. Sepulnya bisa dilepas.